Hello semua
setelah lama banget vakum akhirnya aku kembali lagi merambah dunia blog
hm? gak kenal aku?
wkwkwk, ini tetap fikrimarhen.blogspot.com, hanya saja, karena blogku yang lama udah overstack, alias udah jelek, kebanyakan foto yang aku hapus dan lain sebagainya, akhirnya aku memutuskan hijrah ke blog ini
selama time skip ini udah banyak kejadian besar terjadi, yang tentunya akan aku ceritakan di kesempatan posting berikutnya
yap, beberapa tema mungkin bakal sedikit galau, beberapa posting mungkin masih tentang seseorang yang sama, tapi kali ini suasananya berbeda.. :) dan semoga tetap seperti itu..
oke, langsung saja, tanpa perkenalan lagi, inilah Frozen rain
Seperti namanya, hujan yang membeku, blog ini awalnya aku buat dengan konsep kesedihan, di sisi lain, sebenarnya ada lagi blog lain yang aku buat dengan nama yollow chicken, dengan konsep kegembiraan, nah karena aku gak biasa megang banyak blog, takut gak keurus, akhirnya aku pakai frozen rain saja
sekilas info sih, aku bikin nama ini bukan semata karena aku galau -itu bahkan udah bukan aku yang sekarang lagi- atau malah karena Jakarta akhir-akhir ini hujan terus.. frozen rain ini aku buat karena hujan itu lebih menggambarkan keseharianku saat ini, hampa, kosong.. tapi masih setia membasahi bumi, masih mengulang daur hidup yang sama sebagai rutinitas
yap, aku sekarang mirip hujan, kehadirannya mungkin tidak disukai oleh orang lain, hanya orang-orang tertentu yang mensyukurinya.
aku dijauhi karena orang hanya ingin cuaca cerah, kegembiraan, kesenangan.. aku dijauhi karena orang takut melukai perasaan ku, dalam hal ini, rasa duka ku
ya, hanya beberapa orang saja yang hadir di hariku selama beberapa bulan sejak hari itu.
hanya ada sedikit orang yang peduli, yang lain hanya sekedar berkata, "yang sabar ya fik, yang kuat, bla bla bla"
sama seperti ketika ulang tahun, bahkan sahabat sendiri juga lupa ultah, yang ngucapin langsung hanya keluarga kosanku, dan anak-anak yang "mengincar' traktiran
dua peristiwa besar telah terlewati sejak beberapa minggu, dan bulan..
seakan baru kemarin aja terjadi, seakan baru kemarin memori-memori itu membasahi kelopak mata ku, menguras air mata tiap saat aku teringat tentang beliau
sekarang aku mencoba tegar, mencoba melupakan dengan tetap tersenyum menahan air mata ketika teringat lagi akan kenangan-kenangan yang terlintas dalam benakku
aku hanya mencoba tegar, aku hanya mencoba bangkit, namun aku rapuh di dalam, terlalu banyak beban di pikiranku yang aku pendam sendiri
karenanya tak jarang teman-temanku sedikit menjaga jarak, iya aku tahu aku cengeng kalau aku terus bercerita tentang kesedihanku, tapi aku cerita pada siapa lagi jika bukan pada kalian? apa arti kata teman? sebatas kenal? mirip di medsos, hanya kata-kata tapi tanpa ada hal nyata?
jujur aku kecewa pada dunia yang menganggap hal itu biasa, jujur aku gak terima pada dunia yang seakan angkuh untuk sekedar peduli
tapi aku sadar, aku masih memiliki agama, kapanpun aku butuh, tiap malam yang sepi ketika tak ada lagi rasa malu untuk bersimpuh di sajadahku, aku ungkapkan semua, aku ceritakan semua, kepada siapa lagi kalau bukan pada Allah SWT
aku gak butuh jawaban, bahkan sebenarnya aku gak terlalu butuh perhatian dari siapapun, aku bisa hadapi sendiri dan bisa mengontrol diriku sendiri
aku hanya butuh waktu terdekat pada Allah SWT, Tuhanku, aku hanya perlu "telinga" yang mau mendengar setiap keluh kesah, dan ketika aku dekat, aku merasa damai.. aku merasa tenang, ketika aku baca ayat-ayatNya, ketika aku doakan beliau disana, aku merasa beliau juga tersenyum padaku, berterima kasih
apa lagi yang bisa kuberi selain ini? apa lagi yang bisa kugunakan untuk membahagiakan selain ini? iya, mungkin hanya ini, dan beberapa hal lain yang harus aku perjuangkan di masa depan
aku gak cengeng, aku gak dididik untuk cengeng meskipun terkadang aku terlalu dimanja sebagai lelaki
sekarang aku kepala dua, 20 tahun sudah aku hidup, sudah jauh masa-masa indah itu, hari-hari dimana setiap saat aku tidak merasa akan menjadi tua, saat-saat ketika aku berlari dengan ceria kesana kemari dan kembali pulang dengan cerita yang penuh keceriaan di dalamnya sudah lama hilang...
dan inilah aku sekarang, hujan yang telah membeku, tak lagi memberi air bagi kehidupan, tetapi mendinginkan dan membekukan apapun
I am the Frozen Rain.....
*Sekian*
sampai jumpa di post selanjutnya..
